5 Alasan Mengapa Vainglory Semakin Sepi dan Kurang Diminati Oleh Pemain

2 min read

Vainglory

Siapakah yang tidak mengenal game Moba online bernama Vainglory yang dulu pernah berjaya. Game ini dirilis pada tahun 2014 kemudian mulai terkenal sejak saat itu hingga awal tahun 2017. Setelah itu perlahan-lahan game ini mulai kehilangan minat para pemain serta semakin sepi.

Ada beberapa faktor atau alasan mengapa Vainglory menjadi sepi, mungkin juga karena persaingan dengan game Moba lainnya yang populer seperti Mobile Legends, AOV, atau League of Legends. 

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai alasan Vainglory semakin sepi dan kurang diminati oleh pemain. Langsung saja simak pembahasan berikut ini sehingga kamu akan tahu alasannya.

1. Kalah Bersaing dengan Game Moba Lain

Seperti yang sudah saya singgung di atas bahwa salah satu penyebab Vainglory mulai kehilangan pemain karena kalah bersaing dengan game Moba lainnya. Game Moba seperti Mobile Legends, AoV, League of Legends, dan banyak lagi lainnya semakin membuat popularitas Vainglory menurun akibat persaingan dengan game-game tadi.

Di Indonesia sendiri sekarang ini Mobile Legends lah yang mempunyai pasar besar di Indonesia, sementara Moba lain termasuk Vainglory semakin tersingkir. Walapun memang dulu merupakan perintis multiplayer online battle arena di platform mobile, namun tidak selamanya Vainglory bisa mempertahankan popularitasnya.

2. Membutuhkan Spesifikasi Smartphone yang Cukup Berat

Vainglory

Vainglory sendiri jika dimainkan membutuhkan spesifikasi smartphone yang tidak kentang tapi harus mumpuni. Hal itu karena Vainglory menyajikan grafis tinggi dan bagus ketimbang game Moba di smartphone lainnya.

Jika ini terus terjadi dan pihak Super Evil Megacorp tidak memberikan kemudahan bagi user smartphone pas-pasan alias kentang maka akan ditinggalkan oleh pemainya khususnya pengguna hp berspesifikasi rendah. 

Lihat saja game seperti Mobile Legends atau beberapa game Moba smartphone lain, mereka ramah sekali terhadap user smartphone pas-pasan serta tidak memaksakan spesifikasi berat. Walaupun memang grafis bagus adalah suatu kelebihan namun itu juga membutuhkan spesifikasi yang semakin tinggi juga, jadi berbanding lurus.

3. Kontrol Game Agak Sulit

Vainglory

Mungkin kamu sudah mengetahui bahwa kontrol dari game ini agak berbeda dengan Moba lainya, ya Vainglory menggunakan kontrol tap-tap. Kontrol tersebut agak susah karena gamers khususnya dari Indonesia terbiasa menggunakan kontrol analog, kontrol tersebut jauh lebih mudah karena sangat familiar.

Walaupun awal tahun 2019, pihak pengembang game sudah menerapkan kontrol analog di dalam game Vainglory nampaknya belum berhasil menggaet banyak pemain. Andai saja sejak pertama kali atau paling tidak secepatnya menerapkan kontrol analog mungkin saja Vainglory sudah familiar dan banyak dimainkan gamers.

4. Penyimpanan yang Dibutuhkan Lumayan Besar

Penyimpanan Hp

Grafik bagus dan berkualitas HD dari game Vainglory ternyata membutuhkan penyimpanan sangat besar. Penyimpanan yang dibutuhkan oleh game Vainglory sebesar 1,4 GB menurut data dari Google Play Store, itu juga lumayan besar dan kemungkinan juga bertambah untuk data resources atau update.

Dibandingkan dengan Mobile Legends hanya berukuran 100-an MB sementara AOV sekitar 500-an MB, hal itulah yang menjadikan Vainglory kurang diminati dan gamers lebih memilih game penyimpanan kecil.

Sebagian besar orang pasti lebih memilih game yang hanya membutuhkan penyimpanan kecil karena akan menghemat memori mereka daripada memilih game berukuran besar karena akan membuang-buang penyimpanan gadget.

5. Promosi dan Marketing Kurang Begitu Bagus

Promosi produk

Berbagai cara sudah dilakukan oleh Super Evil Megacorp untuk mempromosikan game Vainglory, namun nyatanya masih belum juga membuahkan hasil untuk meraup banyak pemain. Mungkin saja hal tersebut terjadi karena kesalahan pormosi dan marketing mereka, contohnya saat beberapa game Moba mulai gencar mempromosikan masing-masing di berbagai tempat sepert sosmed atau melalui pengiklan.

Vainglory malah mengurusi hal lain dan mengalihkan pendanaan ke proyek crossplatform, akibatnya mereka gagal meraup banyak pemain. Sebenarnya belum terlalu terlambat untuk Vainglory mulai menggencarkan gamenya lagi agar berjaya seperti dulu, namun harus dengan strategi marketing yang bagus serta terencana.

Ya, sepertinya itu saja artikel kali ini yang membahas mengenai 5 alasan mengapa Vainglory semakin sepi dan kurang diminati oleh pemain. Semoga saja game ini kembali berjaya seperti dulu lagi karena kita tahu bahwa game ini mengedepankan kualitas sehingga sangat bagus walaupun memang ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki oleh pengembang.

Saya juga pernah membahas mengenai Vainglory dead game? beserta alasan dan penjelasannya lengkap silahkan saja dibaca ya agar semakin tahu. Sekian saja artikel kali ini dan selamat bertemu di artikel selanjutnya.

One Reply to “5 Alasan Mengapa Vainglory Semakin Sepi dan Kurang Diminati…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *