Bantu Cegah Penyebaran Virus Corona, Razer Kini Produksi Masker

59 sec read

Gamenisasi – Akibat dari munculnya wabah virus Corona yang berasal dari negeri Tiongkok ini telah membuat dunia semakin was-was. Tak terkecuali bagi industri game yang tengah dihantui oleh virus tersebut, beberapa event besar game terpaksa batal karena wabah pandemi ini. 

Salah satu perusahaan produsen hardware ternama yaitu Razer, tidak tinggal diam untuk ikut melawan penyebaran Covid-19 ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer dari Razer yaitu Min-Liang Tan, dia mengatakan bahwa Razer akan memproduksi masker untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Melalui akun Twitter pribadinya Min-Liang Tan mengatakan bahwa perusahaannya akan memproduksi masker melalui beberapa pabriknya, kemudian akan disumbangkan ke seluruh dunia.

Over the past few days, our designers and engineers have been working 24-hour shifts to convert some of our existing manufacturing lines to produce surgical masks so that we can donate them to countries around the world.

— Min-Liang Tan (@minliangtan) March 19, 2020

“Selama beberapa hari ini, desainer dan enginer kami bekerja shift selama 24 jam untuk mengubah beberapa pabrik kami untuk memproduksi masker sehingga bisa didonasikan ke negara-negara di dunia,” ucap Min-Liang Tan.

Razer rencananya akan memproduksi 1 juta masker untuk disumbangkan ke negara-negara dunia. Salah satu negara yang akan dikirimi masker oleh Razer adalah Singapura yang merupakan markas dari perusahaan tersebut.

Untuk saat ini Razer telah menghubungi lebih dari 18 kantor perusahaan di seluruh dunia, mereka akan berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas kesehatan mengenai proses sumbangan masker tersebut.

Langkah besar perusahaan hardware game bernama Razer ini juga merupakan upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin menelan banyak korban. Harapannya banyak juga perusahaan industri game yang mengikuti jejak Razer yang berupaya bersama-sama untuk melawan virus Corona ini, semoga saja pandemi ini bisa berakhir dan industri game kembali normal sepertinya biasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *