4 Emulator PS2 Terbaik untuk Android: Pilihan yang Masih Layak Dipakai

Bermain game PS2 di Android sekarang sudah jauh lebih memungkinkan dibanding beberapa tahun lalu. Dengan emulator yang tepat, kamu bisa memainkan berbagai game seperti God of War, Resident Evil 4, Need for Speed, PES, Tekken 5, hingga game PS2 lainnya langsung dari HP.

Namun, memilih emulator PS2 terbaik untuk Android tidak sesederhana mencari aplikasi dengan rating paling tinggi. Performa sangat dipengaruhi oleh chipset, GPU, driver, game yang dimainkan, serta pengaturan emulator.

Kalau kamu ingin pilihan yang praktis, NetherSX2 menjadi salah satu pilihan utama untuk Android saat ini. Selain itu, ada ARMSX2 yang terus berkembang dan Play! sebagai alternatif open-source dengan pendekatan berbeda.

Apa emulator PS2 terbaik untuk Android?

Berikut beberapa emulator PS2 Android yang layak dipertimbangkan:

EmulatorKondisiCocok untuk
NetherSX2Aktif dikembangkan komunitasPilihan utama untuk banyak pengguna
ARMSX2Aktif dikembangkanPengguna yang ingin alternatif berbasis ARM64
Play!Aktif dikembangkanMencoba emulator dengan BIOS internal
AetherSX2Pengembangan dihentikanPengguna lama yang masih memilikinya

Tidak ada emulator yang bisa dijamin menjadi yang paling cepat untuk semua game. Judul yang berjalan lancar di satu emulator belum tentu memberikan hasil yang sama pada emulator lain.

Baca artikel ini juga: Cara Setting PS2 Hardisk Internal: Panduan Pasang HDD dan OPL

1. NetherSX2

NetherSX2 merupakan pilihan yang paling masuk akal untuk dicoba terlebih dahulu jika kamu mencari emulator PS2 Android.

Emulator ini merupakan kelanjutan dari proyek berbasis AetherSX2 yang dikembangkan komunitas. NetherSX2 mempertahankan banyak fitur yang membuat AetherSX2 populer, sekaligus membawa sejumlah perbaikan pada konfigurasi, database game, dukungan controller, dan beberapa masalah kompatibilitas.

Salah satu kelebihannya adalah banyaknya pilihan pengaturan. Kamu bisa mengatur resolusi internal, renderer, kontrol, frame pacing, serta konfigurasi tertentu berdasarkan game.

NetherSX2 juga memiliki beberapa varian. Versi berbasis 3668 sering dipilih untuk perangkat dengan GPU Mali atau perangkat yang lebih terbatas, sedangkan 4248 lebih cocok dipertimbangkan pada perangkat yang lebih kuat, terutama dengan GPU Adreno.

Namun, jangan langsung menaikkan semua pengaturan grafis. Jika game mengalami frame drop, turunkan resolusi internal atau gunakan konfigurasi yang lebih ringan terlebih dahulu.

Kelebihan NetherSX2:

  • Performa bagus pada perangkat yang kompatibel.
  • Banyak pilihan konfigurasi.
  • Dukungan controller cukup baik.
  • Memiliki perbaikan dan database konfigurasi dari komunitas.
  • Cocok untuk berbagai game PS2.

Kekurangannya:

  • Setup awal bisa membingungkan bagi pemula.
  • Hasil performa sangat bergantung pada chipset dan GPU.
  • Pengguna harus berhati-hati saat mencari file APK agar tidak mendapatkan aplikasi palsu atau modifikasi yang tidak jelas.

2. ARMSX2

Kalau kamu mencari alternatif selain NetherSX2, ARMSX2 menarik untuk diperhatikan.

ARMSX2 merupakan emulator PS2 open-source yang berbasis pada PCSX2 dan dikembangkan untuk perangkat dengan arsitektur ARM, termasuk Android. Proyek ini masih berkembang sehingga fitur dan performanya dapat berubah dari waktu ke waktu.

Salah satu hal yang membuat ARMSX2 menarik adalah fokusnya terhadap perangkat ARM64. Pengembangan terbaru juga menunjukkan adanya pekerjaan pada native ARM64 JIT/recompiler, sehingga proyek ini cukup menarik untuk dipantau dalam perkembangan emulasi PS2 di Android.

Karena masih berkembang, ARMSX2 belum tentu menjadi pilihan paling aman untuk semua game. Namun, jika suatu game bermasalah di emulator lain, tidak ada salahnya mencoba emulator alternatif seperti ini.

Kelebihan ARMSX2:

  • Open-source.
  • Berbasis teknologi PCSX2.
  • Fokus pada perangkat ARM64.
  • Pengembangan masih berjalan.
  • Menjadi alternatif menarik untuk pengguna Android.

Kekurangannya:

  • Kompatibilitas dan stabilitas masih dapat berbeda antar-game.
  • Beberapa fitur masih terus dikembangkan.
  • Tidak semua perangkat akan mendapatkan performa yang sama.

3. Play!

Play! merupakan emulator PS2 open-source yang juga tersedia untuk Android. Berbeda dari NetherSX2 dan beberapa emulator PS2 lainnya, Play! menggunakan pendekatan high-level emulation (HLE) dan tidak membutuhkan BIOS eksternal.

Hal ini membuat proses awalnya relatif berbeda. Kamu tidak perlu menyiapkan file BIOS PS2 secara terpisah untuk menjalankan emulator.

Play! juga memiliki compatibility tracker sehingga pengguna dapat melihat perkembangan kompatibilitas game. Meski begitu, jangan menganggap semua game PS2 akan berjalan sempurna hanya karena emulatornya bisa menjalankan beberapa judul.

Play! lebih cocok dianggap sebagai alternatif untuk dicoba, terutama jika kamu ingin menggunakan emulator open-source dengan proses setup BIOS yang berbeda.

Kelebihan Play!:

  • Open-source.
  • Tersedia untuk Android.
  • Tidak membutuhkan BIOS eksternal.
  • Memiliki compatibility tracker.
  • Antarmukanya relatif sederhana.

Kekurangannya:

  • Kompatibilitas game tidak selalu sama dengan emulator lain.
  • Beberapa game membutuhkan pengujian dan konfigurasi tersendiri.
  • Performa dapat berbeda tergantung judul dan perangkat.

4. AetherSX2

Kalau membahas emulator PS2 terbaik untuk Android, rasanya kurang lengkap tanpa menyebut AetherSX2.

Aplikasi ini pernah menjadi salah satu pilihan paling populer untuk emulasi PS2 di Android. AetherSX2 berbasis teknologi PCSX2 dan dikenal karena performa serta kompatibilitasnya yang cukup baik pada perangkat Android yang mendukung.

Masalahnya, AetherSX2 bukan lagi pilihan utama untuk instalasi baru.

Pengembangan AetherSX2 dihentikan secara tidak terbatas pada 2023. Aplikasi tersebut masih dapat berjalan pada perangkat yang kompatibel, tetapi sudah tidak mendapatkan pengembangan aktif seperti sebelumnya.

Karena itu, jika kamu sudah menggunakan AetherSX2 dan semuanya berjalan dengan baik, tidak ada alasan untuk langsung menghapusnya. Namun, untuk pengguna yang baru ingin mulai bermain PS2 di Android, lebih masuk akal melihat emulator yang masih mendapatkan pengembangan komunitas.

Apakah NetherSX2 lebih bagus daripada AetherSX2?

Untuk pengguna baru, NetherSX2 lebih layak dipertimbangkan dibanding AetherSX2 karena proyek AetherSX2 sudah tidak aktif dikembangkan.

NetherSX2 mempertahankan basis dan konsep yang sudah dikenal pengguna AetherSX2, tetapi komunitas melanjutkan pengembangan dengan sejumlah perbaikan.

Meski begitu, “lebih bagus” tidak berarti setiap game pasti lebih cepat. Dalam emulasi, satu game bisa membutuhkan konfigurasi tertentu sementara game lain justru berjalan lebih baik menggunakan pengaturan berbeda.

Baca ini juga: Bedah Tuntas Perbedaan PS2 Seri 3000 dan 5000: Mana yang Lebih Worth It?

HP seperti apa yang cocok untuk emulator PS2?

Tidak ada satu spesifikasi Android yang bisa menjamin semua game PS2 berjalan lancar.

Yang paling penting adalah chipset, GPU, driver grafis, dan kemampuan perangkat menjaga performa dalam waktu lama. Dua HP dengan kapasitas RAM yang sama belum tentu memberikan pengalaman emulasi yang sama.

Sebagai gambaran, game PS2 yang ringan biasanya lebih mudah dijalankan dibanding game yang terkenal berat seperti beberapa game open-world, game balapan tertentu, atau judul dengan efek grafis kompleks.

Selain spesifikasi, suhu HP juga perlu diperhatikan. Jika perangkat mengalami thermal throttling setelah bermain cukup lama, performa emulator bisa ikut menurun.

Apakah RAM besar menjamin emulator PS2 lancar?

Tidak.

RAM memang penting untuk keseluruhan sistem Android, tetapi menambah RAM tidak otomatis membuat game PS2 berjalan dua kali lebih cepat.

Untuk emulasi PS2, kemampuan CPU dan GPU biasanya jauh lebih menentukan. Driver GPU juga bisa berpengaruh terhadap kompatibilitas dan performa renderer tertentu.

Jadi, jangan memilih HP hanya berdasarkan jumlah RAM ketika tujuan utamanya adalah bermain game PS2.

Baca ini juga ya: 25 Game Perang PS2 Terbaik Sepanjang Masa, Kamu Harus Cobain!

Apa yang harus disiapkan sebelum menggunakan emulator PS2?

Selain emulator, kamu membutuhkan BIOS PS2 yang diperoleh dari konsol yang kamu miliki secara sah untuk emulator yang memang membutuhkannya.

Kamu juga membutuhkan file game yang kamu miliki atau buat sendiri sesuai aturan yang berlaku. Emulator pada dasarnya hanya menyediakan lingkungan untuk menjalankan perangkat lunak PS2 dan tidak otomatis menyediakan game.

Untuk penyimpanan, siapkan ruang yang cukup karena file game PS2 dapat berukuran cukup besar. Menggunakan microSD berkecepatan baik atau penyimpanan internal juga dapat membantu mengelola koleksi game dengan lebih nyaman.

Kenapa game PS2 saya patah-patah di Android?

Jika game mengalami lag atau frame drop, jangan langsung menyimpulkan bahwa HP tidak kuat.

Beberapa penyebab yang umum antara lain:

  • Resolusi internal terlalu tinggi.
  • Renderer yang digunakan kurang cocok.
  • Driver GPU bermasalah.
  • Game memang membutuhkan konfigurasi khusus.
  • HP mengalami overheating.
  • Pengaturan emulator terlalu agresif.
  • Versi emulator yang digunakan memiliki masalah kompatibilitas dengan game tertentu.

Cara paling sederhana adalah mengembalikan pengaturan ke konfigurasi aman terlebih dahulu. Setelah game berjalan stabil, baru naikkan resolusi atau kualitas grafis secara bertahap.

Apakah emulator PS2 Android bisa menjalankan semua game?

Tidak ada emulator PS2 Android yang menjamin seluruh game berjalan sempurna.

PlayStation 2 memiliki library game yang sangat besar dan masing-masing game dapat menggunakan fitur hardware dengan cara berbeda. Karena itu, kompatibilitas emulator sebaiknya dilihat berdasarkan game yang ingin kamu mainkan, bukan hanya nama emulatornya.

Misalnya, emulator A bisa sangat bagus untuk satu game tetapi mengalami glitch pada game lain. Emulator B mungkin justru memberikan hasil yang lebih baik pada game tersebut.

Itulah alasan pengujian dan konfigurasi per-game masih penting dalam emulasi PS2.

Baca juga: 15 Game Bola PS2 Terbaik yang Harus Kamu Coba, Buat Main Bareng!

Jadi, emulator PS2 terbaik untuk Android yang mana?

Kalau harus memilih berdasarkan kebutuhan, kira-kira seperti ini:

NetherSX2 – pilihan utama yang layak dicoba untuk sebagian besar pengguna Android.

ARMSX2 – menarik untuk pengguna yang ingin mencoba proyek ARM64 yang masih aktif berkembang.

Play! – pilihan alternatif bagi pengguna yang menginginkan emulator open-source dengan BIOS internal.

AetherSX2 – masih bisa digunakan jika kamu sudah memilikinya dan berjalan dengan baik, tetapi bukan pilihan utama untuk instalasi baru karena pengembangannya sudah dihentikan.

Pada akhirnya, emulator terbaik bukan hanya ditentukan oleh aplikasinya. Chipset HP, GPU, driver, game yang dimainkan, dan konfigurasi emulator sama-sama menentukan hasil akhirnya.

Kalau tujuanmu hanya ingin bernostalgia dengan game-game PS2, setelah menentukan emulator kamu bisa mulai memilih game yang ingin dimainkan. Kamu bisa melihat daftar game PS2 terbaik untuk mencari judul yang cocok dengan perangkatmu.

Tinggalkan komentar