Defensive Playing Style eFootball 2027 mengatur pergerakan otomatis pemain ketika tim kehilangan penguasaan bola. Setiap gaya memiliki karakter berbeda, mulai dari menekan lawan, memotong jalur umpan, menjaga pemain tertentu, hingga melindungi ruang di area pertahanan.
Sejak pembaruan versi 6.0.0, KONAMI membagi Playing Style menjadi dua kategori, yaitu Attacking Playing Style dan Defensive Playing Style. Artinya, seorang pemain bisa memiliki karakter pergerakan berbeda saat menyerang dan ketika timnya sedang bertahan.
Perubahan ini membuat pemilihan pemain tidak cukup hanya melihat kemampuan menyerangnya. Striker, misalnya, bisa ikut menekan bek lawan ketika kehilangan bola. Gelandang dan bek juga memiliki tugas tersendiri dalam menjaga keseimbangan tim.
Lalu, apa saja jenis Defensive Playing Style di eFootball 2027 dan bagaimana fungsi masing-masing gaya?
Apa Itu Defensive Playing Style di eFootball 2027?
Defensive Playing Style adalah karakter pergerakan AI pemain ketika tim tidak menguasai bola. Sistem ini memengaruhi kecenderungan pemain saat melakukan pressing, menutup jalur umpan, menjaga lawan, dan mempertahankan area pertahanan.
Ada dua kategori Playing Style yang perlu dibedakan:
- Attacking Playing Style: Mengatur pergerakan pemain saat tim menguasai bola, seperti mencari ruang dan membantu membangun serangan.
- Defensive Playing Style: Mengatur perilaku pemain ketika kehilangan bola, termasuk menekan lawan dan menjaga struktur pertahanan.
Contohnya, striker dengan Goal Poacher sebagai Attacking Playing Style dan Front Line Pressure sebagai Defensive Playing Style akan mencari ruang untuk mencetak gol ketika menyerang, lalu aktif menekan bek lawan ketika tim kehilangan bola.
Kedua gaya tersebut saling melengkapi karena mengatur perilaku pemain dalam fase permainan yang berbeda. Baca juga ya soal tier list pemain eFootball 2027 ini.
Daftar Defensive Playing Style eFootball 2027 dan Fungsinya
Berikut 16 Defensive Playing Style yang perlu kamu kenali sebelum menyusun skuad.
1. Front Line Pressure
Front Line Pressure membuat pemain depan lebih aktif menekan kiper dan bek lawan. Tujuannya adalah mengganggu proses pembangunan serangan sejak dari lini belakang.
Gaya ini cocok untuk striker atau pemain sayap yang ingin menerapkan high pressing. Namun, tekanan akan lebih efektif jika didukung gelandang yang ikut mempersempit ruang gerak lawan.
Posisi aktif: CF, SS, RWF, LWF.
2. Front Line Poacher
Berbeda dari Front Line Pressure yang menekan pembawa bola, Front Line Poacher lebih berfokus membaca dan memotong jalur umpan lawan.
Pemain akan berusaha mengambil posisi yang bisa mengganggu distribusi bola dari lini belakang. Gaya ini cocok untuk menghambat lawan yang gemar membangun serangan melalui operan pendek.
Posisi aktif: CF, SS, RWF, LWF.
3. Attack Outlet
Attack Outlet membuat pemain cenderung bertahan di area depan dan tidak terlalu sering turun membantu pertahanan.
Tujuannya agar tim tetap memiliki pemain yang bisa menerima umpan setelah berhasil merebut bola. Karena posisinya lebih tinggi, pemain tersebut dapat langsung menjadi pilihan untuk memulai serangan balik.
Posisi aktif: CF, SS, RWF, LWF, AMF.
4. Press Back
Press Back membuat pemain depan lebih aktif turun ke area pertahanan sendiri sambil memberikan tekanan kepada lawan.
Gaya ini cocok ketika kamu membutuhkan penyerang yang mau membantu tim bertahan. Namun, kontribusi tersebut membuat perannya berbeda dari Attack Outlet yang lebih memilih mempertahankan posisi di depan.
Posisi aktif: CF, SS, RWF, LWF.
5. All-Action Defender
All-Action Defender membuat pemain aktif membantu pertahanan dengan jangkauan pergerakan yang cukup luas.
Gaya ini cocok untuk gelandang yang membutuhkan mobilitas tinggi. Pemain bisa bergerak membantu rekan setim dan menutup ruang ketika lawan mulai membangun serangan.
Posisi aktif: AMF, RMF, LMF, CMF, DMF.
6. Pass Disruptor
Pass Disruptor berfokus mengganggu jalur umpan lawan. Pemain berusaha membaca arah distribusi bola dan menempati posisi yang dapat memutus aliran permainan.
Gaya ini berguna ketika menghadapi tim yang sering menggunakan umpan pendek untuk membangun serangan. Dengan menutup pilihan operan, pemain bisa membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Posisi aktif: AMF, RMF, LMF, CMF, DMF.
7. Box-to-Box
Box-to-Box memiliki jangkauan pergerakan luas dan aktif membantu tim dalam fase menyerang maupun bertahan.
Ketika menyerang, pemain bisa membantu membangun serangan dan bergerak ke area lebih tinggi. Saat kehilangan bola, ia juga berusaha kembali untuk mendukung lini pertahanan.
Gaya ini cocok untuk gelandang yang dituntut aktif sepanjang pertandingan, terutama jika memiliki stamina dan kemampuan bertahan yang memadai.
Posisi aktif: RMF, LMF, CMF, DMF.
8. Anchor Man
Anchor Man membuat gelandang bertahan lebih disiplin menjaga area di depan bek. Pemain cenderung mempertahankan posisinya dan tidak terlalu sering meninggalkan zona pertahanan.
Gaya ini cocok untuk DMF yang bertugas melindungi area tengah. Keberadaannya membantu menjaga keseimbangan tim ketika gelandang lain bergerak lebih bebas untuk mendukung serangan.
Posisi aktif: DMF.
9. The Destroyer
The Destroyer mengutamakan pendekatan bertahan yang agresif. Pemain cenderung aktif mendekati pembawa bola, melakukan duel, dan berusaha merebut penguasaan bola secara langsung.
Gaya ini cocok untuk pemain dengan kemampuan bertahan dan kekuatan fisik yang baik. Namun, terlalu agresif meninggalkan posisi bisa menciptakan ruang kosong yang dimanfaatkan lawan.
Posisi aktif: CMF, DMF, RB, LB, CB.
10. Covering Role
Covering Role bertugas mengamankan ruang yang ditinggalkan rekan setim ketika maju menghadang lawan.
Sederhananya, pemain berperan sebagai pelapis. Ketika seorang bek atau gelandang keluar dari posisinya untuk melakukan tekanan, pemain Covering Role membantu menjaga area yang terbuka.
Gaya ini berguna untuk mempertahankan struktur pertahanan agar tidak mudah dimanfaatkan lawan.
Posisi aktif: CMF, DMF, RB, LB, CB.
11. High Line Master
High Line Master berfokus menjaga kedisiplinan garis pertahanan. Pemain cenderung mempertahankan struktur lini belakang agar tidak mudah terbuka ketika menghadapi serangan lawan.
Gaya ini berguna untuk tim yang membutuhkan koordinasi antarpemain belakang, terutama agar lawan tidak mudah menemukan celah untuk mengirimkan umpan terobosan.
Posisi aktif: RB, LB, CB.
12. Hard Marker
Hard Marker membuat pemain lebih fokus menjaga lawan secara ketat melalui pendekatan man-marking.
Gaya ini bisa digunakan untuk membatasi ruang gerak pemain yang menjadi pusat serangan lawan, seperti gelandang kreatif yang sering menerima bola di antara lini tengah dan pertahanan.
Namun, terlalu fokus mengikuti satu pemain bisa membuat area lain terbuka. Karena itu, perhatikan juga struktur pertahanan ketika menggunakan gaya ini.
Posisi aktif: DMF, RB, LB, CB.
13. Deep Line DF
Deep Line DF lebih memperhatikan jarak ketika menjaga lawan sekaligus mengantisipasi ruang di belakang garis pertahanan.
Berbeda dari Hard Marker yang lebih agresif mendekati target, gaya ini membantu pemain mengantisipasi pergerakan lawan yang mencari celah untuk menerima umpan terobosan.
Posisi aktif: RB, LB, CB.
14. Sweeper GK
Sweeper GK membuat kiper cenderung mengambil posisi lebih tinggi dan berani keluar dari gawang untuk mengamankan ruang di belakang lini pertahanan.
Gaya ini berguna ketika tim menggunakan garis pertahanan tinggi dan sering menghadapi ancaman umpan terobosan. Namun, kiper tetap memiliki risiko ketika terlalu jauh meninggalkan gawang.
Posisi aktif: GK.
15. Offensive GK
Offensive GK membuat kiper lebih proaktif ketika menghadapi ancaman lawan. Kiper cenderung berani keluar dari garis gawang untuk mempersempit sudut tembakan atau menghadapi pemain yang mendekati area berbahaya.
Gaya ini bisa membantu ketika lawan sering mengandalkan umpan terobosan dan pergerakan striker ke dalam kotak penalti. Namun, keputusan keluar dari gawang tetap membutuhkan perhitungan yang tepat.
Posisi aktif: GK.
16. Defensive GK
Berbeda dari Offensive GK, Defensive GK lebih mengutamakan posisi di dekat gawang dan tidak terlalu agresif keluar untuk mengejar bola.
Karakter ini cocok untuk tim yang menggunakan garis pertahanan lebih dalam dan mengandalkan bek untuk mengantisipasi ancaman lawan sebelum bola mencapai area gawang.
Posisi aktif: GK.
Perbedaan Hard Marker, The Destroyer, dan Covering Role
Ketiganya sama-sama berhubungan dengan pertahanan, tetapi tugasnya tidak sama.
| Defensive Playing Style | Fungsi utama |
|---|---|
| Hard Marker | Menjaga pemain lawan secara ketat |
| The Destroyer | Menekan pembawa bola secara agresif |
| Covering Role | Mengamankan ruang yang ditinggalkan rekan |
Sebagai contoh, ketika gelandang lawan menerima bola, The Destroyer akan berusaha mendekat untuk menghentikan pergerakannya. Hard Marker lebih fokus menjaga target tertentu agar tidak bebas menerima umpan. Sementara itu, Covering Role membantu melindungi area yang ditinggalkan rekan ketika maju melakukan tekanan.
Ketiganya bisa saling melengkapi, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan formasi dan karakter pemain. Mungkin kamu tertarik buat membaca tentang Tier List Manager eFootball 2027 Terbaik, dari SS hingga A
Bagaimana Cara Memilih Defensive Playing Style yang Tepat?
Tidak ada satu Defensive Playing Style yang selalu paling baik. Pilihan sebaiknya mengikuti pendekatan permainan dan kebutuhan setiap posisi.
- Untuk high pressing: Gunakan Front Line Pressure pada pemain depan, lalu dukung dengan Pass Disruptor atau All-Action Defender di lini tengah.
- Untuk pertahanan rapat: Anchor Man bisa menjaga area di depan bek, sedangkan Covering Role dan High Line Master membantu mempertahankan struktur pertahanan.
- Untuk serangan balik: Attack Outlet bisa menjadi pilihan karena pemain tetap berada di area depan dan siap menerima umpan setelah bola direbut.
- Untuk mengawal pemain berbahaya: Hard Marker dapat digunakan untuk membatasi ruang gerak pemain yang menjadi pusat serangan lawan.
Jangan hanya mengejar gaya yang terlihat agresif. Pertahanan tetap membutuhkan keseimbangan. Terlalu banyak pemain yang maju menekan justru bisa membuat ruang kosong terbuka.
Hubungan Defensive Playing Style dengan Fluid Formation
Defensive Playing Style dan Fluid Formation merupakan dua sistem berbeda, tetapi bisa saling mendukung.
Fluid Formation mengatur susunan posisi pemain ketika menyerang dan bertahan. Sementara itu, Defensive Playing Style menentukan kecenderungan pergerakan individu ketika tim kehilangan bola.
Misalnya, kamu menggunakan Attacking Formation 3-2-4-1 dan Defensive Formation 4-2-3-1. Ketika kehilangan bola, pemain akan menyesuaikan posisi dengan struktur pertahanan yang sudah ditentukan, tetapi masing-masing tetap memiliki karakter bertahan sendiri.
Karena itu, formasi saja belum cukup. Kamu juga perlu memperhatikan karakter pemain agar perubahan posisi tidak membuat pertahanan kehilangan keseimbangan.
Pelajari lebih lanjut melalui panduan Fluid Formation eFootball 2027 dan rekomendasi formasi terbaik. Kamu juga bisa melihat formasi eFootball 2027 terbaik untuk berbagai gaya bermain sebagai referensi menyusun tim.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Memilih Defensive Playing Style
Ada beberapa hal yang sering terlewat ketika pemain menyusun skuad berdasarkan Defensive Playing Style:
- Menganggap semua gaya memiliki fungsi yang sama. Padahal, menekan pembawa bola, memotong jalur umpan, dan menjaga ruang merupakan tugas yang berbeda.
- Mengabaikan posisi aktif. Playing Style hanya bekerja ketika pemain ditempatkan pada posisi yang kompatibel.
- Terlalu mengandalkan pressing. Jika terlalu banyak pemain meninggalkan posisinya, lawan bisa memanfaatkan ruang kosong.
- Hanya melihat Overall Rating. Perhatikan juga atribut, posisi, dan karakter bertahan pemain.
- Menyamakan Defensive Playing Style dengan Team Playstyle. Team Playstyle mengatur kecenderungan permainan tim, sedangkan Defensive Playing Style mengatur karakter pergerakan individu saat bertahan.
FAQ Defensive Playing Style eFootball 2027
Apa fungsi Defensive Playing Style di eFootball 2027?
Defensive Playing Style mengatur pergerakan otomatis pemain ketika tim tidak menguasai bola, mulai dari melakukan pressing, menutup jalur umpan, menjaga lawan, hingga melindungi ruang pertahanan.
Apakah satu pemain bisa memiliki Attacking dan Defensive Playing Style sekaligus?
Bisa. Pemain dapat memiliki gaya berbeda untuk kedua fase permainan. Contohnya, striker bisa memiliki Goal Poacher ketika menyerang dan Front Line Pressure saat tim kehilangan bola.
Apa Defensive Playing Style terbaik untuk DMF?
Tidak ada pilihan yang selalu terbaik. Anchor Man cocok untuk menjaga area di depan bek, Pass Disruptor membantu mengganggu distribusi bola, sedangkan The Destroyer lebih agresif dalam merebut bola.
Apakah Defensive Playing Style menambah atribut pemain?
Tidak. Sistem ini tidak secara langsung meningkatkan atribut seperti Defensive Awareness, Tackling, atau Speed. Pengaruhnya lebih berkaitan dengan karakter pergerakan dan perilaku otomatis pemain.
Apa perbedaan Deep Line DF dengan instruksi Deep Line?
Deep Line DF merupakan Defensive Playing Style yang mengatur kecenderungan pemain dalam menjaga jarak dan mengantisipasi ruang di belakang. Sementara itu, Deep Line adalah instruksi individual lama yang telah dihapus dari Game Plan sejak pembaruan versi 6.0.0.
Apakah Defensive Full-back termasuk Defensive Playing Style?
Tidak. Defensive Full-back adalah gaya bermain yang menggambarkan kecenderungan full-back menjaga posisi dan tidak terlalu aktif maju ketika tim menyerang. Gaya tersebut berbeda dari kategori Defensive Playing Style yang mengatur perilaku pemain ketika tim tidak menguasai bola.
Kesimpulan
Defensive Playing Style membantu menentukan karakter pergerakan pemain ketika tim kehilangan bola. Ada gaya yang berfokus pada pressing, memotong jalur umpan, menjaga lawan, hingga melindungi ruang di area pertahanan.
Tidak perlu memilih gaya yang dianggap paling kuat untuk semua posisi. Front Line Pressure cocok untuk pendekatan pressing, Anchor Man membantu menjaga area tengah, sedangkan Hard Marker dan Covering Role memiliki tugas berbeda dalam mengamankan pertahanan.
Perhatikan posisi aktif, kebutuhan formasi, dan cara bermain yang ingin kamu terapkan. Kombinasi yang tepat akan lebih berguna daripada sekadar mengandalkan pemain dengan Overall Rating tinggi.